Sekilas
Bunga Jagung adalah balok di Minecraft Java Edition yang masuk kategori «Tanaman» pada 1.21.4. Meja Kerajinan tidak berguna di sini: Bunga Jagung hanya Anda temukan di dunia itu sendiri, jadi mengetahui bioma yang tepat harus datang sebelum perjalanannya. Pecah nyaris seketika — kekerasannya hanya 0, jadi Anda tidak perlu menyisihkan waktu untuk membersihkannya.
Pilihan alat tidak berarti apa-apa di sini: hasilnya sama, yang berbeda hanya waktu yang terpakai. Baloknya kembali ke tangan apa adanya, jadi Anda bebas memindahkannya sesering yang Anda mau. Ia tembus pandang — perhitungkan itu saat Anda menghitung tingkat cahaya, terutama kalau Anda sedang membangun peternakan tertutup.
Daya tahan ledakannya hanya 0 — ia tidak selamat dari ledakan, jadi jangan menaruhnya di tempat berbahaya. Ia menghemat ruang inventaris: 64 per slot, dan itu penting bagi siapa pun yang berangkat membangun sesuatu yang besar. Kalau Anda butuh Pewarna Biru dan Sup Sangsi, pekerjaannya tidak selesai tanpa benda ini.
Sifat
Bunga Jagung punya daya tahan ledakan 0, jadi ledakan apa pun di dekatnya memusnahkannya. Ia meneruskan cahaya dan tidak memancarkan cahaya sendiri. Satu slot inventaris memuat 64, yakni satu tumpukan penuh yang biasa.
- Tembus pandang
- Ya
- Alat yang dibutuhkan
- Apa pun
Jatuhan
Digali dengan apa pun, Bunga Jagung menjatuhkan dirinya sendiri.
Dipakai untuk membuat
Bunga Jagung adalah bahan dalam 2 resep, yang menghasilkan Pewarna Biru dan Sup Sangsi.
Panduan dan alat yang membahas ini
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara mendapatkan Bunga Jagung di Minecraft?
Gali Bunga Jagung dengan apa pun dan ia menjatuhkan dirinya sendiri.
Alat apa yang dibutuhkan untuk memecahkan Bunga Jagung?
Tidak ada alat khusus yang dibutuhkan — Bunga Jagung bisa dipecahkan dengan tangan.
Apakah Bunga Jagung tahan ledakan?
Bunga Jagung punya daya tahan ledakan 0, jadi ledakan di dekatnya akan memusnahkannya.
Berapa Bunga Jagung yang muat dalam satu tumpukan?
Bunga Jagung bertumpuk sampai 64, jadi satu Peti Ganda memuat 3.456.
